Antara nyaman dan Daring..
zona nyaman merupakan situasi ketika seseorang sudah nyaman dengan suatu keadaan. Target yang diterima tidak menantang untuk melakukan sesuatu yang lebih dari saat ini.
Covid 19 telah memaksa kita Guru, kita orang tua murid, kita siswa untuk sejenak keluar dari Zona aman, dimana pembelajaran dilakukan secara tatap muka di kelas, aman dimana pendidikan adalah tanggungjawab guru, aman dimana tinggal jalani aturan dan waktu belajar yang telah disediakan pada roster harian๐๐๐๐.
Larangan Tim Gugus Tugas Covid19 terhadap aktifitas belajar di dalam kelas membuat Guru harus berpikir extra untuk mencari tahu model pembelajaran yang baru yakni Daring dan Luring.
Metode pembelajaran yang satu ini pulah, memaksa orang tua siswa untuk merogoh kocek lebih dalam untuk membeli gadget, smarthphone, dan pulsa data.
Yups.. Penerapan pembelajaran daring ini menuntut kesiapan bagi kedua belah
pihak, baik itu dari penyedia layanan pendidikan atau dari peserta didik
sendiri. Bagaimanapun juga, pembelajaran secara daring dan jarak jauh
membutuhkan bantuan teknologi yang mumpuni dan dapat diakses dengan
mudah. Selain itu, para murid juga mesti siap beradaptasi dengan perubahan pembelajaran yang diatur oleh sekolah
Fakta lapangan yang terjadi adalah
- kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran daring masih terbatas, maklum tahap belajar๐๐
- Siswa belum terbiasa belajar mandiri
- kebayakan orang tua murid belum siap jadi "guru" di rumah
- Jariangan internet terbatas
- Lingkungan belajar yang kurang kondusif
- kuota (pulsa data) terbatas
- Anak bisa semangat belajar kalo ada teman teman
so jika kita takut akan kelemahan diatas kita akan terus meratapi zona nyaman kita tahun kemarin, lantas kita akan mulai dari mana? ingin bertanya pada rumput yang bergoyang, sayangnya rumput sudah dimakan sapi om silvester๐๐๐๐๐
yonas wego.

Komentar
Posting Komentar