MEMAKNAI HARI GURU MELALUI PEMBENTUKAN SANGGAR SMPN 2 BOAWAE SATAP
Tangga
secara etimologi memiliki makna alat atau media untuk berpindah ke tempat yang
lebih tinggi, sedangkan Anak Tangga adalah tempat pijakan pada tangga
tersebut untuk membawa si pengguna ke tempat yang diinginkan.
Ketersediaan Anak tangga yang baik akan mendukung tangga agar bermanfaat bagi pengguna, dan apabila salah satu anak tangga tidak tersedia atau goyah, maka “use value”atau nilai guna tangga tersebut menjadi minus bahkan useless atau tidak bermanfaat.

Contoh nyata dalam
keseharian kita, pemanfaatan medya tangga adalah para petani Cengkeh. Untuk
dapat memetik bunga cengkeh, tangga merupakan medya wajib yang harus
disediakan. Tangga yang baik adalah tangga kokoh yang memiliki anak tangga
dengan jarak ideal dan teratur, sehingga pengguna dapat berpijak secara
bertahap dari tingkat terendah sampai pada tingkat terakir.
Terinspirasi dengan medya
tangga yang tentunya akrab dengan masyarakat Desa Kelewae, dengan mata
pencaharian utamanya adalah Petani Cengkeh, maka Sanggar Seni SMPN 2 Boawae
Satap mengusung nama “Sanggar Seni Anak Tangga”
Filosofi Anak tangga ini telah diyakini oleh warga Sekolah tercinta ini, dapat menjadi media serta pijakan dalam rangka mengembangkan,membentuk keterampilan serta karakter peserta didik. Melalui seni dan tari serta keterampilan tangan seperti merajut dan menganyam yang diwadai oleh sanggar seni Anak Tangga diharapkan kemampuan serta bakat dan minat siswa diketahui, diolah, dikembangkan dan diuji keabsahannya melalui pegelaran seni budaya, demi pijakan tangga berikutnya yakni masa depan mereka.
Kata orang bijak bahwa,
“Proses tidak akan menghianati hasil”proses yang baik akan menuai hasil yang
baik pula.Untuk tujuan jangka pendek, kehadiran sanggar seni Anak Tangga di
SMPN 2 Boawae Satap diharapkan dapat melahirkan generasi yang berkarakter baik
serta mampu bersaing di jenjang
pendidikan yang lebih tinggi.
Untuk jangka panjang,
penanaman nilai luhur budaya sebagai bekal hidup dapat ditanam hingga mengakar
pada setiap pribadi yang berpijak pada sanggar seni anak tangga ini.
Sanggar seni anak tangga yang hadir di tengah seliweran medya online dan kemajuan zaman juga diharapkan dapat menjadi filter sosial yang baik bagi generasi mudah sehingga dapat menjadi pribadi yang mampu berkontribusi positif bagi
masyarakat nantinya. Pada akhirnya terima kasih kepada semua pihak, yang dengan cara masing masing mendukung kehadiran sanggar ini, serta kami harapkan kawalan untuk kehidupan sanggar selanjutnya.
Malalaja, 25 November 2021
Selamat Hari Guru
Klemens Jona Sera Jawa.
Editor: KK






Komentar
Posting Komentar