Afiliasi SMPN 2 Boawae Satap dan SSB GARUDA YAKSA Media Pendidikan Karakter

 GARUDA YAKSA

Guru Yanto dan Guru Febri bersama Tim
padaTurnamaen Aeramo Cup (foto. Red)

Adalah salah satu tim sepak bola amatir yang berada di Desa Kelewae , Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Tim ini terbagi dalam beberapa kelompok umur yakni kelompok Umur 14, (U14) Umur 16 (U16) dan Umur 22 (U22) Pemain yang tergabung dalam tim GARUDA YAKSA didominasi oleh anak-anak Desa Kelewae serta beberapa Desa yang berada di wilayah Leguderu, Kelewae, Solo, dan Rowa atau yang lebih dikenal dengan "LEKESOR". Tim ini diasuh oleh seorang pelatih muda dan bujang yang merupakan mantan pesepak bola amatir yakni Yanto Gawe ,ia juga dibantu oleh beberapa rekan yang juga merupakan mantan pesepak bola amatir yakni Patris Jogo alias Bufon Rits serta Febrin Tonda. Selain mantan pesepak bola amatir Yanto Gawe juga merupakan seorang guru Pendidikan Jasmani yang bertugas di SDI Malalaja.

Dasar pembentukan Tim GARUDA YAKSA bertujuan memberi ruang bagi anak-anak desa untuk mengembangkan bakat sepak bola yang dimiliki, serta pemanfaatan lapangan Desa Kelewae yang telah menelan biaya cukup besar dalam proses pembenahan. Salah satu focus Tim GARUDA YAKSA adalah pembinaan usia dini yakni U 14 serta U 16.

Dalam suatu momen bincang ringan dengan penulis, dengan ditemani secangkir kopi khas Desa Kelewae Yanto mengajak penulis untuk bergabung sebagai salah satu pendamping . Penulis yang juga merupakan salah satu mantan pesepak bola amatir di Tim Putra Nage Boawae menyambut baik ajakan Yanto,
Penulis ketika berkostum Putra Nage

Hal ini karena penulis juga bekerja sebagai guru Penjas di SMPN 2 Boawae Satap yang berlokasi di Desa yang sama. Dalam bincang lanjutan penulis dan Yanto serta beberapa teman sepakat   bahwa Tim GARUDA YAKSA selain sebagai media mengasah bakat dan talenta sepak bola, juga harus dimaksimalkan sebagai media pembentukan karakterPertemuan tersebut menghasilkan ide brilian bahwa Pendidikan karakter itu bukanlah sesuatu yang muluk-muluk atau sulit. Pendidikan karakter sebenarnya sudah ada dimana-mana. Sudah ada di keluarga, di lingkungan sosial, sekolah, tempat hiburan dan Sepak bola.
Penanaman Karakter (foto.Red)
Sebagai langkah awal GARUDA YAKSA berafiliasi dengan SMPN 2 Boawae Satap dan beberapa SD pendukung seperti SDI Malalaja, SDK Leguderu serta SDK Kelewae pada level U-14 dan U 16. Proses latihan tim ini dilaksanakan dua kali seminggu memanfaatkan waktu sore hari dengan penekanan pada karakter yang dapat tumbuh melalui sepak bola.Karakter karater tersebut dapat penulis rumuskan secara sederhana sebagi berikut:

  • Karakter beriman. Dalam tim sepak bola meleburkan diri  tidak memakai baju keagamaan tertentu, tetapi dorong spiritualitas dimulai, diakhiri dalam doa.
  • Karakter sportif adalah kemampuan untuk menaati peraturan termasuk kejujuran untuk mengakui kesalahan, menghargai kemenangan dan kelebihan lawan, serta menghindari kecurangan.
  • Karakter disiplin adalah kemampuan yang ditunjukan sejak saat belum bertanding yaitu disiplin latihan,  dan disiplin saat  bertanding yaitu melakukan sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya.
  • Karakter kerjasama adalah salah satu kunci kemenangan dalam mengalahkan sikap egois.
  • Karakter kepedulian adalah kemampuan kepekaan yang ditunjukan dalam memperhatikan teman atau lawan sekalipun yang sedang terjatuh.
  • Karakter santun, mengendalikan emosi  adalah kemampuan untuk mengendalikan amarah berlebihan yang disertai tindakan kasar, kata-kata kotor tidak terpuji.

penanamkan karakter di atas dengan harapan dapat mengakar dalam diri setiap pribadi yang terlibat dalam Tim.  Selama proses pembinaan kami temukan hal hal yang luar biasa  oleh karenanya kami simpulkan, bahwa permainan sepak bola merupakan permainan yang kompleks, mampu menujukan karakter asli setiap pribadi, baik karakter positif maupun negatif. Beberapa pemain berbakat seperti Elton, Umbu, Nova,  menunjukan karkter negative yang perlu ditekan melalui aktifitas ini.

Pada bulan November tahun 2021 kami memperoleh informasi terkait Putra Aeramo Cup U 13, Karenanya tim pelatih  memandang perlu untuk ambil bagian dalam turnamen ini,  dasar pikirannya  bahwa segala proses yang sudah kami jalani membutuhkan muara sebagai tempat menerapkan ilmu serta karakter yang telah dipelajari. Untuk mengakomodir seluruh anggota Tim, diputuskan untuk megikutkan dua tim Yakni Garuda A dan  Garuda B yang diberi nama Dusa Petra.

Dalam perjalanan Turnamen yang saat ini telah menapaki babak delapan besar tim pelatih menemukan progres luar biasa baik terkait kualitas teknik serta karakter dalam diri setiap pemain. Untuk diketahui dalam keterlibatan di turnament U 13 Putra Aeramo Cup Tim Pelatih tidak menargetkan juara sebagai tujuan, bagi Tim juara adalah bonus. Sesungguhnya tujuan partisipasi kami lebih menekankan pada penerapan kemampuan teknik dan karakter.

tim karateker (foto. Red)
Umbu salah satu pemain berbakat dengan kemampuan kaki kiri yang mumpuni namun dikenal sangat emosional dan egois dalam lapangan serta di luar lapangan, kami tugaskan sebagai kapten Tim A dengan instruksi kusus untuk meredam emosi serta memotivasi teman teman lain dalam pertandingan. Hal ini ternyata cukup efektif dan ampuh ,umbu benar benar menunjukan Progress luar biasa,ia tampil tenang serta santun dan mampu menjadi pemimpin yang baik dalam lapangan. Dalam pertandingan terakir melawan tim Aeramo A, Umbu tidak menunjukan karakter egois,ia terus memberi assist pada teman temannya, ia juga tidak menujukan penolakan pada saat digantikan. Ini kemajuan luar biasa bagi kami,selain Umbu beberapa pemain seperti Juan,Pedro,Ivan juga menunjukan progres luar biasa,sebagai tim pelatih kami harapkan karakter karakter positif ini mengakar dalam diri merka.

Belajar dari proses ini kami berkesimpulan permainan sepak bola bukan hanya ajang prestasi dan gengsi tetapi lapangan sepak bola adalah ruang belajar karakter. Hebatnya pujian tehnik yang kita berikan kepada seorang pemain sepak bola  tidak akan bernilai mulia jika tidak dibarengi dengan karakter sifat positif yang menunjang perolehan kemenangnnya. Temuan ini tentunya sangat memotivasi kami untuk terus bergerak melahirkan pesepak bola masa depan yang berkualitas dengan karakter positif yang mengakar.Salam Olahraga

 

Penulis dan Tim (foto Red)
 

Penulis,

Klemens Jona Sera Djawa,S.Pd

Editor: KK. Onas




Komentar

Postingan populer dari blog ini