TERIMA KASIH BAPAK MARTINUS BIKU S.Ag,

INI BUKAN JODHO TAPI PUJI

Cara terbaik untuk belajar dari pengelaman adalah REFLEKSI, “Rrefleksi mendalam terkait pengelaman yang dipadukan dengan pengetahuan dan konsep akan melahirkan pengetahuan baru yang lebih kontekstual”. Dengan sudut pandang sederhana ini maka saya memandang perlu menggambarkan refleksi perjalanan bersama Bapak Martinus Biku,S.Ag selaku mantan Kepala Sekolah SMPN 2 Boawae Satap dalam bentuk tulisan sederhana ini. Tulisan sederhana ini sekiranya menjadi penguat ikatan emosional yang telah terbangun selama masa kepemimpinan Bapak Martinus ,sekaligus menjadi bara pembakar motivasi kita untuk perjalanan SMPN 2 Boawae Satap Selanjutnya.


Setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing terkait kepemimpinan, tidak ada yang salah dengan hal itu,namun perlu diingat bahwa lebih mudah terlihat layak untuk suatu posisi yang tidak dipegang seseorang, dibandingkan dengan jabatan yang sedang dipegangnya. Sedikit mengutip pendapat Eduard Douwes Dekker “setengah-setengah tidak akan menghasilkan apa-apa.Setengah-setengah itu tidak baik.Setengah benar sama saja dengan tidak benar . Untuk mendapat bayaran penuh atas jabatan penuh ,setelah sumpah yang lengkap dan jelas ,tugas harus dilaksanakan sepenuhnya”. Tanggal 5 Maret 2022 Bapak Martinus telah menunaikan sumpah jabatanya,dan pencapaian SMPN 2 Boawae Satap saat ini sudah cukup menggambarkan bahwa selama melaksanakan tugas kepemimpinannya dilakukan dengan tulus dan tidak setengah-setengah.

Sebagai seorang pemimpin yang menerima tanggung jawab di usia senja pengabdian bagi Bangsa dan Negara Bapak Martinus, dengan penuh kerendahan hati ,kebijaksanaan,keberanian dan kelembutan secara sadar ataupun tidak sadar menjalankan “peran atau fungsi seorang pemimpin untuk lebih banyak menghasilkan pemimpin bukan pengikut”-Ralph Nader. Ini adalah sebuah visi kepemimpinan yang mungkin tidak pernah diutarakan dengan kata-kata namu jelas tergambar dalam cara yang ditampilkannya. Hal ini penulis simpulkan berdasarkan refleksi mendalam perjalanan Kepemimpinan Bapak Martinus di SMPN 2 Boawae Satap. Selama memimpin SMPN 2 Boawae Satap bapak Martinus menempatkan diri bukan sebagai seorang bos yang dapat menimbulkan rasa takut,melainkan sebagai seorang ayah,kakak dan pemimpin yang melayani serta menginspirasi antusiasme .Dalam memimpin beliau tidak memaksa untuk mengikutinya dengan perintah “kerjakan” namun dengan lembut mengundang kita untuk terlibat secara aktif dalam perjalanan kepemimpinannya melalui ajakan “mari kerjakan”.

Bapak Martinus senantiasa memberi ruang dan inspirasi bagi stafnya untuk lebih banyak bermimpi,lebih banyak belajar,,lebih banyak berbuat dan menjadi lebih baik. Hal ini tergambar dalam nasihat-nasihat yang selalu disisipi dengan katak kata jenaka penuh kelembutan yang menyadarkan kita bahwa setiap kita adalah pemimpin baik bagi diri sendiri maupun orang lain dengan hak serta tanggung jawab kepemimpinan masing-masing. Ia tidak pernah memberi tahu” bagaiman cara kita melakukan” melainkan “lakukan apa yang harus dilakukan” dan terbukti apa yang kita lakukan senantiasa mengejutkanya. Gaya kepemimpinan yang Bapak Martinus terapkan mungkin secara kasat mata tidak menggambarkan beliau melakukan hal hal besar namun beliaulah yang membuat orang lain dalam hal ini stafnya melakukan hal hal besar bagi SMPN 2 Boawae Satap. Satu satunya hal besar yang ia lakukan adalah bediri di barisan depan dengan keberanian serta penuh tanggung jawab ketika kita keliru atau gagal dan mengatakan “saya yang salah”. "Pemimpin menjadi hebat bukan karena kekuatannya, tetapi karena kemampuannya untuk memberdayakan orang lain." - John Maxwell


Sebagai seorang pemimpin ,hal yang sangat perlu diapresiasi adalah kemampuan Bapak Martinus memahamim budaya sekolah dan lingkungan sehingga tercipta suatu kondisi yang membangun kerja sama ,kepercayaan, dan kepedulian sebagai pertanda budaya sekolah yang sehat dan penuh energy. Hal inilah yang memungkinkan Ia mampu mengorganisir energy para stafnya yang beragam untuk mengkomunikasikan,mengembangkan,serta menempatkan SMPN 2 Boawae Satap sesuai dengan Visi sekolah.

Terima kasih Bapak Martinus Biku yang terkasih untuk warisan berharaga yang telah ditingggalkan, yakni “keyakinan serta kemauan untuk terus maju “. Kesuksesan dan kegagalan adalah bagian dari siklus pekerjaan ,tapi setiap kenangan bekerja sama serta pribadi yang menginspirasi tidak akan pernah dilupakan salam perpisahan ,segalanya boleh pergi tapi cinta tetap tinggal. Ujian akhirmu di SMPN 2 Boawae Satap  telah selesai. "Pemimpin sejati bukan orang yang mempunyai banyak pengikut, tapi yang menciptakan paling banyak pemimpin." - Neale Donald Walsch.



Penulis : Jens Jona


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM GURU PENGGERAK